Senin, 08 Agustus 2016



Kebahagian Untuk Papa
Haii sobat nama gue adalah nur aisyah panggilan gue sebenarnya aisyah,  tapi karena namanya kurang gaul jadi waktu smp gue ganti nama panggilan jadi syasyah. Cerita gue dimulai dari gue lahir, he??? Yeiyalah masa ceritanya dari langsung gede.
Pada hari pertama gue masuk sma perasaan gue campur aduk bnget ada bahagianya dan ada juga sedihnya. Pertama masuk tu orang-orang pada ad orang tua yang nganter tiba gue gak ada yang nganter. Kesal banget bukan. Di saat pembagian kelas gue dapet kelas X.1, dikelas itu gak ngangka ada teman waktu smp gue emang sih kurang akrab tapi gue harus temanan sma dia dari pada gak punya teman. Dulu waktu smp gue punya genk namanya k-genk. Kenpa namnya itu karena kami berlima suka bnget sama drama, movie, lagu yang berbaur korea. Tapi teman digenk gue nyambung di SMA sevit indonesia, SMA itu adalah SMA yang paling bergensi di indonesia tapi gue gak mw nyambung kesitu karena takut semua orang tw tentang identitas pribadi gue, so gue nyambung SMA 12 Jakarta. SMA nya keren juga sih, disini sekolahnya orang-orang pintar. Gue terpaksa masuk sini disuruh sama bokap gue. Awal masa SMA gue,  gue gak bisa bebas karena banyak peraturan dan banyak pelajaran tambahan. Gue bete karna gak dapet teman yang sesuai dengan harapan.  Setelah masuk kelas yang baru gurupun datang
“Assalamualaikum anak-anak”
“Walaikumsalam” jawab mereka serentak. Perkenalkan nama miss adalah fadilah salsabila panggil miss dila. Miss adalah wali kelas kalian dan juga guru kimia disini. Mohon kerja samanya. Miss ingin agar orang tua kalian datang dan berkumpul di kelas ini untuk merencanakan kalian masuk kekampus mana?? .
“What miss? Baru kelas satu udah langsung rencanai Universitas” kata sasya. Ok anak-anak sekolah ini berbeda dengan sekolah lain disini semua guru akan mempersiapkan kalian masuk universitas dari sekarang. Makanya miss nyuruh orang tua kalian berkumpul jawab mis dila.
Ahhhh, menyebalkan. Jadi ini alasan bokap gue  untuk masuk kesekolah ini.
Keesokan harinya semua orang tua siswa datang dan mendiskusikan tentang anaknya kecuali sasya, bokapnya sibuk bekerja dan nyokapnya udah lama meninggal , yaitu saat ngelahirin sasya. Yang datang dirapat itu bukan bokapnya sasyah melainkan seorang yang sasyah gak kenal siapa tapi itu adalah orang kepercayaan bokap sasyah. Ya begitulah kira-kira.
Setelah orang tua siswa selesai rapat, murit-murit pun masuk kekelas dan belajar. Sampai sekarang sasyah belum dapat teman yang sesuai dengannya. Tetapi lama kelamaan sasyah mulai beradaptasi dengan situasi itudan mulai menerima kenyataan hidupnya. Karena bagaimanapun sasyah berbuat sesuatu yang dia suka ayahnya sudah menulis semua kehidupannya. Semua orang tidak tau gue siapa dan kehidupan pribadi gue. Dan mulai masa SMA itu sasyah merubah penampilan menjadi kutu buku dan seorang yang serius belajar walaupun batinnya menderita tapi itulah yang terbaik untuk seorang laki-laki yang sangat sasyah sayangi.
Waktu tu pun berlalu
Saat sasyah sampai kerumah,  dia kaget karena bokapnya tiba-tiba ada dirumah tidak seperti biasanya. Tidak seperti yang lain, mempunyai orang tua yang lengkap dan selalu ada setiap saat dan menanyakan kegiatan anaknya setiap hari.
“Sayang nanti waktu ujian semester kamu  harus dapat nilai tertinggi.”  Ujar laki-laki paruh baya tersebut
Dengan ekspresi wajah yang kaget sasya menjawab “apa??? gak mungkinlah pa, disana orang pintar semua”
“Kamu itu anak papa, jadi harus dan harus pintar. Jangan jadi kayak your brother yang gak mau dengarin omongan papa dan jalani hidup apa kata dia. Lihat apa yang dia lakukan sekarang dia hanya jadi anak yang tidak bisa diandalkan dan pemakai narkoba. Jadi kamu harus bisa menjadi apa yang papa ingin jika kamu masih mau tinggal dirumah ini. Ujar papa sasya
“Taaaa taapi pa,”
“Stop, jangn ngebantah apa yang papa bilang, masuk kamar dan pikirkan apa yang papa bilang.”
Sasyapun meninggalkan papanya dan masuk kamar dengan wajah yang menahan air mata.
Kehidupannya hancur  dan tidak pernah merasakan kasih sayang dimulai dari kecil, ibunya meninggal dan kakaknya sangat membenci sasya.
BERSAMBUNG.....