Kebahagian
Untuk Papa
Haii
sobat nama gue adalah nur aisyah panggilan gue sebenarnya aisyah, tapi karena namanya kurang gaul jadi waktu
smp gue ganti nama panggilan jadi syasyah. Cerita gue dimulai dari gue lahir,
he??? Yeiyalah masa ceritanya dari langsung gede.
Pada
hari pertama gue masuk sma perasaan gue campur aduk bnget ada bahagianya dan
ada juga sedihnya. Pertama masuk tu orang-orang pada ad orang tua yang nganter
tiba gue gak ada yang nganter. Kesal banget bukan. Di saat pembagian kelas gue
dapet kelas X.1, dikelas itu gak ngangka ada teman waktu smp gue emang sih
kurang akrab tapi gue harus temanan sma dia dari pada gak punya teman. Dulu
waktu smp gue punya genk namanya k-genk. Kenpa namnya itu karena kami berlima
suka bnget sama drama, movie, lagu yang berbaur korea. Tapi teman digenk gue
nyambung di SMA sevit indonesia, SMA itu adalah SMA yang paling bergensi di
indonesia tapi gue gak mw nyambung kesitu karena takut semua orang tw tentang
identitas pribadi gue, so gue nyambung SMA 12 Jakarta. SMA nya keren juga sih,
disini sekolahnya orang-orang pintar. Gue terpaksa masuk sini disuruh sama
bokap gue. Awal masa SMA gue, gue gak
bisa bebas karena banyak peraturan dan banyak pelajaran tambahan. Gue bete
karna gak dapet teman yang sesuai dengan harapan. Setelah masuk kelas yang baru gurupun datang
“Assalamualaikum
anak-anak”
“Walaikumsalam”
jawab mereka serentak. Perkenalkan nama miss adalah fadilah salsabila panggil
miss dila. Miss adalah wali kelas kalian dan juga guru kimia disini. Mohon
kerja samanya. Miss ingin agar orang tua kalian datang dan berkumpul di kelas
ini untuk merencanakan kalian masuk kekampus mana?? .
“What
miss? Baru kelas satu udah langsung rencanai Universitas” kata sasya. Ok
anak-anak sekolah ini berbeda dengan sekolah lain disini semua guru akan
mempersiapkan kalian masuk universitas dari sekarang. Makanya miss nyuruh orang
tua kalian berkumpul jawab mis dila.
Ahhhh,
menyebalkan. Jadi ini alasan bokap gue
untuk masuk kesekolah ini.
Keesokan
harinya semua orang tua siswa datang dan mendiskusikan tentang anaknya kecuali
sasya, bokapnya sibuk bekerja dan nyokapnya udah lama meninggal , yaitu saat
ngelahirin sasya. Yang datang dirapat itu bukan bokapnya sasyah melainkan
seorang yang sasyah gak kenal siapa tapi itu adalah orang kepercayaan bokap
sasyah. Ya begitulah kira-kira.
Setelah
orang tua siswa selesai rapat, murit-murit pun masuk kekelas dan belajar.
Sampai sekarang sasyah belum dapat teman yang sesuai dengannya. Tetapi lama
kelamaan sasyah mulai beradaptasi dengan situasi itudan mulai menerima
kenyataan hidupnya. Karena bagaimanapun sasyah berbuat sesuatu yang dia suka
ayahnya sudah menulis semua kehidupannya. Semua orang tidak tau gue siapa dan
kehidupan pribadi gue. Dan mulai masa SMA itu sasyah merubah penampilan menjadi
kutu buku dan seorang yang serius belajar walaupun batinnya menderita tapi
itulah yang terbaik untuk seorang laki-laki yang sangat sasyah sayangi.
Waktu
tu pun berlalu
Saat
sasyah sampai kerumah, dia kaget karena
bokapnya tiba-tiba ada dirumah tidak seperti biasanya. Tidak seperti yang lain,
mempunyai orang tua yang lengkap dan selalu ada setiap saat dan menanyakan
kegiatan anaknya setiap hari.
“Sayang
nanti waktu ujian semester kamu harus
dapat nilai tertinggi.” Ujar laki-laki
paruh baya tersebut
Dengan
ekspresi wajah yang kaget sasya menjawab “apa??? gak mungkinlah pa, disana
orang pintar semua”
“Kamu
itu anak papa, jadi harus dan harus pintar. Jangan jadi kayak your brother yang
gak mau dengarin omongan papa dan jalani hidup apa kata dia. Lihat apa yang dia
lakukan sekarang dia hanya jadi anak yang tidak bisa diandalkan dan pemakai
narkoba. Jadi kamu harus bisa menjadi apa yang papa ingin jika kamu masih mau
tinggal dirumah ini. Ujar papa sasya
“Taaaa
taapi pa,”
“Stop,
jangn ngebantah apa yang papa bilang, masuk kamar dan pikirkan apa yang papa
bilang.”
Sasyapun
meninggalkan papanya dan masuk kamar dengan wajah yang menahan air mata.
Kehidupannya
hancur dan tidak pernah merasakan kasih
sayang dimulai dari kecil, ibunya meninggal dan kakaknya sangat membenci sasya.
BERSAMBUNG.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar